Assalamu'alaikum wr wb....
Alhamdulillah...sampai saat ini kita masih dipertemukan dan diberi keberkahan umur serta kesempatan untuk bersilaturahmi oleh Allah SWT walau hanya di dunia maya. Di kesempatan kali ini saya bukan menyalurkan ide tapi menyalurkan sebuah pengalaman. Yang mana mungkin pengalaman ini sudah teman-teman alami atau bahkan sudah mendarah daging.
Berjilbab seringkali kita lihat banyak yang masih mementingkan dibilang cantik oleh manusia daripada dibilang cantik oleh Allah SWT. Semoga bukan termasuk kita yah ukh.... Jadi yang saya lihat memang mereka berhijab namun mereka masih mempertahankan celana
legging-nya ,
jeans pencil-nya,
jeans warna-warni, ataupun yang memakai rok mereka mengenakan jenis rok berbahan
chiffon yang sungguh terawang :( padahal berhijab itu tidak sembarangan harus mempunyai komitmen. Pernah suatu ketika saya melihat teman yang biasanya berhijab ke kampus tapi dia dikuncir kuda rambutnya saat ke warteg. Bagaimana tanggapannya saat saya tanya "jilbabmu mana ?" dia jawab "Lah tanggung ke warteg inih.." duh saya pikir memangnya jilbab itu kayak helm yang bisa kita bilang "lahh deket inih, ga bakal ketilang" walaupun deket kita juga harus ikhtiar mengutamakan keselamatan. Ber-helm walaupun dekat dan jauh itu wajib loh yah karena melindungi tengkorak dari benturan, yah tidak berharap sih namun mencegah kan lebih baik Begitupun dengan jilbab jauh dekat pun ke teras rumahpun wajib karena tanpa jilbab kita ini aurat. Balik lagi ke jilbab, yah seperti itu kenyataanya di lingkungan kita
jilbab dianggap hanya menjadi simbol, hanya sebagai penutup kepala yang sudah mulai beruban, hanya untuk ke kondangan, hanya untuk kekampus, hanya untuk ke pengajian, hanya untuk patut-patut karena teman yang lain pake jilbab masa saya tidak ?*toeng!*
Padahal sesungguhnya oleh Allah SWT sudah memperingatkan dan memerintahkan untuk menutup, mengulurkan jilbab secara sempurna seperti tercantum beberapa ayat Al-Qur’an. Berikut ini ayat-ayat tentang perintah berjilbab (menutup aurat) adalah sbb:
QS. Al-A’raf: 26, “Hai anak Adam,
sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup
auratmu dan pakaian indah untuk indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa
itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari
tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
QS. Al-Ahzab: 59, “Wahai Nabi,
katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang
Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh
mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu
mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha
Penyayang.”
QS. AL-Ahzab: 33, “Dan hendaklah engkau tetap di rumahmu dan janganlah berhias serta bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dulu.”
QS. An-Nuur: 31, “Hendaklah mereka
menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah
mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan
perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah
suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami
mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera
saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau
wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap
wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan
janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai
orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Lebih spesifik pada ayat pertama s
urat An-Nuur (QS. 24: 1) yang mendahului ayat-ayat lain, Allah SWT sudah mengingatkan,
“(Ini
adalah) satu surat yang kami turunkan dan kami wajibkan (menjalankan
hukum-hukum yang ada di dalamnya), dan kami turunkan di dalamnya ayat
ayat yang jelas, agar kamu selalu mengingatinya.”
Subhanallah....hidup didunia ini oleh Allah SWT sudah diberikan berbagai pengarahan dalam hidup, semua masalah dan semua hal yang tidak ataupun jangan kita lakukan sudah Allah SWT cantumkan di Al-Quran. Nahh.... mungkin pertanyaan pembaca apa si Penulis sudah sempurna banget menutup auratnya ? hijabnya? kok berani-beraninya nulis post tentang hijab-hijab sesuai syari'at. Alhamdulillah saya sedang belajar lebih baik karena Allah SWT dan untuk Allah SWT memperbaiki hidup yang hanya mampir didunia ini. Kesempurnaan masih sangat jauh dari diri saya karena apa ? karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Apakah mungkin si Penulis sudah berhijab dengan sempurna dan syar'i ? ohh jadi pembaca penasaran ? ya sudah saya ceritakan pengalaman saya yang dulunya begitu sampai akhirnya begini Alhamdulillah... Yuk simak ceritanya :)
Yap ! langsung saja kali ini saya akan berbagi pengalaman berjilbab syar'i . Dulu saya adalah seorang yang sudah berjilbab sejak SMP, karena Ibu saya yang menyuruh supaya jika tiba waktu baligh (datangnya menstruasi) sudah terbiasa dengan jilbab yang menutupi kepala. Walaupun terkadang masih buka tutup, misal pergi berenang jilbabnya dibuka, ada tamu dirumah cuek saja, ada pengamen kerumah cuek saja, dan terakhir terserangnya virus ababil. Dulu saya pernah mengalami momen buka tutup jilbab dimana merebaknya virus
rebonding, smoothing, curling, dan
colouring. Duh.. alangkah alay nya saya waktu itu.
Maybe parah-parahnya saat SMA yah..dimana kalau tidak melepas jilbab waktu renang itu apa banget, sok alim atau sok religius akhirnya terbawalah rayuan teman berenang tidak memakai jilbab justru ditambahin pake
hotpants ! Astaghfirullah...
Seiring berjalannya waktu masih tetap dilestarikan buka tutup jilbab, apalagi merebaknya virus
selfy (
self photography) dikalangan abg labil saat itu yang harus segera diupload ke media sosial, seperti
Facebook, Twitter, dan
display picture BBM yang
enjoyed banget ! bisa pamer rambut baru, baju baru ataupun hanya sekedar narsis dengan ketampanan atau kecantikannya . Astaghfirullah....
Sampai suatu ketika saya mulai berproses, setibanya saya dibangku kuliah saya mulai menyadari betapa alay nya saya betapa buruknya foto-foto saya alhasil suatu ketika saya membaca postingan di
Twitter namun saya lupa apa nama
username nya yang jelas seperti ini "Jika kita mengumbar rambut satu helai saja maka di neraka kita akan disiksa dengan 100 kali jambakan setiap satu helai rambut kita yang terlihat" Astaghfirullah...serta merta saya merinding dan saya langsung tancap gas ke warnet dan menghapus semua foto-foto non jilbab saya di media sosial. Merindingnya saat itu membuat saya bersumpah untuk tidak mengumbar aurat di media sosial dan di kalangan masyarakat.
Setelah saya berada dibangku kuliah saya berjilbab terus kemanapun berjilbab namun jilbabnya itu masih sembarangan, masih memakai celana
jeans pencil, kemeja yang ngepres badan, dan jilbab paris yang super terawang dan jilbabnya tidak menutup dada. Setelah satu tahun berlalu ada
someone yang selalu mengingatkan saya agar bajunya diperbesar, atau menutupi sesuatu yang menonjol dengan jaket dan mengulurkan jilbabnya kedada namun pikiran saya , ih apa banget . Lalu setelah satu tahun berlalu masuklah tahun kedua, ditahun kedua ini saya merubah gaya saya yang selalu memakai
jeans pencil dengan rok, namun semata-mata ini hanya memenuhi keinginan
someone tersebut bukan Lillahi Ta'ala, saya juga masih tetap mengenakan
jeans pencil ketika saya pulang kerumah dari kos atau
hangout dengan teman-teman sepermainan.
Namun seiring berjalannya waktu saya merasa agak kagok dan minder ketika saya diberi pandangan di dalam angkot betapa anggun dan cantiknya perempuan yang mengenakan rok serta.....jilbab panjang? Yah dalam hati kecil saya,saya ada keinginan namun saya masih berpikir, jika saya memakai jilbab panjang apa kata teman-teman saya ? saya pasti dibilang Ibu-Ibu dan ga mengikuti
trend banget. Alhasil saya bertaubat dengan konsisten memakai rok disetiap kesempatan dan memegang komitmen dengan jilbab paris saya namun saya merubah gaya jilbab saya dengan lilit melilit ibaratnya sesuai sama tutorial agar lebih cantik dan menarik yang penting kan sedikit menutup dada.
Dan pada suatu ketika saya mendengar cerita dari sahabat saya tentang seseorang yang berinisial R, teman saya mengatakan bahwa Mba R ini super syar'i jilbabnya menjuntai panjang dan tidak terawang , roknya juga longgar, kemejanya longgar bahkan masih memakai manset ditangannya walaupun kemeja yang dikenakannya sudah panjang. Entah angin apa yang membawa saya begitu sejuk mendengarnya Subhanallah....super syar'i sekali, dan keesokan harinya saya melihat Mba R itu dan begitu sedap dipandang mata, cantik, anggun, dan sama sekali tidak terkesan jadul ataupun seperti Ibu-Ibu.
Dan pada hari Kamis saya curhat ke sahabat satu kos saya jika saya ingin berjilbab syar'i, namun jangan dengan jilbab paris ini namun dengan membeli jilbab yang baru, dan akhirnya teman saya mengirim sms kepada mantan teman kos kami yang berinisial Mba N untuk memberitahu dimana jika ia memberi jilbab syar'i. Dan akhirnya kami hari itu juga meluncur ke pusat pembelanjaan jilbab bernama Ummi Collection Purwokerto sebelah Hotel Dominic, Subhanallah disini sangat ramai segala jilbab ada dari yang jilbab motif paris sampai ninja-ninjanya, peniti nya, bahkan ada jilbab syar'i, serta gamis-gamis merk terkenal. Awalnya saya hanya ingin melihat-lihat namun melihat teman saya yang sudah membeli membuat saya ingin mengorbankan uang jajan saya untuk membeli jilbab syar'i juga namun yang berbahan Jaguar, bahannya panas dan susah dibentuk tapi tidak terawang sama sekali.
Malamnya setelah membeli jilbab itu saya sudah merasa panas dingin dan mual entah kenapa mungkin saya masuk angin,namun keinginan saya untuk memakai jilbab syar'i saat hari Jumat sangat besar, apa mungkin ini peringatan Allah kepada saya untuk mengenakan jilbab syar'i sesegera mungkin ? akhirnya saya mengenakan jilbab syar'i saya pada hari Jumat dan Alhamdulillah sangat nyaman walaupun merasa agak kurang percaya diri namun saya nekat saja. Dan seperti yang saya katakan, penilaian teman-teman saya ada yang mendukung dan ada yang menyakitkan hati, namun justru yang menyakitkan itu malah membuat saya terpacu! Kemudian hari berikutnya saya menguras uang jajan saya untuk membeli beberapa jilbab syar'i dan sampai sekarang saya selalu mengenakan jilbab syar'i. Entah itu hanya ke warteg ataupun ke warung, jilbab saya harus selalu syar'i. Begitulah cerita pengalaman jilbab syar'i saya, tidak lah mudah berperang melawan keinginan hati dan hawa nafsu, seringkali syaithon masih membayangi untuk melakukan keingkaran dan menjauhi kebaikan. Namun Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan saya kesempatan utnuk memperbaiki diri.
Saya tidak menyarankan untuk teman-teman langsung banting stir menjadi seorang muslimah yang syar'i karena
semuanya berproses mungkin dari yang tadinya tidak memakai kerudung boleh memakai baju yang panjang terlebih dahulu, lalu kemudian memakai jilbab,lalu kemudian mengubah celananya menjadi rok, lalu mengubah kemejanya yang all size menjadi large size atau extra large juga boleh :) lalu mengganti gaya berhijabnya dengan mengulurkan ke dada bukan dililit-lilit, sering mendengarkan pengajian dan searching di internet tentang gaya berhijab yang syar'i sesungguhnya.
Jika teman-teman kurang paham mana yang berhijab syar'i dan bukan maka saya akan coba jabarkan disini, berikut ulasannya :
-----------------------------------------Gaya Hijab Non Syar'i--------------------------------------------
- Memakai baju yang pas badan dan celana jeans ketat atau bahkan legging
- Memakai jilbab yang terawang contohnya jilbab paris
- Jilbab dililit-lilit seperti banyaknya tutorial jilbab diinternet
- Jilbab tidak menutupi dada dan lengan atas
- Seringkali ber make-up tebal dan memakai parfum yang sangat menyengat
- Memakai sepatu high heels
---------------------------------------------Gaya Hijab Syar'i---------------------------------------------
- Memakai rok dan baju atau gamis yang longgar (tidak membentuk lekuk tubuh) serta tidak terawang
- Jilbab berbahan tebal dan tidak menerawang
- Jilbab diulurkan sepanjang-panjangnya hingga menutup dada, punggung dan lengan
- Jilbab tidak berwana mencolok
- Tidak memakai make-up dan tidak memakai parfum
- Tidak akan pernah memakai high heels
Hal-hal yang biasanya ditakutkan dari berhijab syar'i adalah sebagai berikut :
- Takut dibilang kuno dan dibilang Ibu-Ibu. Astaghfirullah siapa itu yang mengolok seperti itu ? Justru berpakaian tertutup adalah yang diperintahkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW tidak ada alasan kuno justru pada zaman Jahilliyah lah yang orang-orangnya memakai pakaian yang tidak sepantasnya seperti kebanyakan yang kita lihat saat ini . Takut dibilang ibu-ibu ? Loh mba, mba ini kan nantinya jadi Ibu-Ibu emang mba-mba ini bakal muda terus ? Malah seneng kan jadi Ibu-Ibu berarti panjang umur Amin....
- Takut dihindari teman-teman gaul dan teman-teman sepermainan. Hahaha..maaf saya tertawa, sahabat yang baik adalah mereka yang akan mengarahkan kita kepada kebaikan bukan kemungkaran, jika kehilangan teman-teman gaul cari dong teman-teman shalihah , hari gini masih nyari temen gaul ? Ketinggalan zaman lohhhhh.
- Takut diputusin pacar. Hahaha ini lagi, kamu milih takut diputusin Allah SWT apa diputusin pacar ? Kalau memang kamu berniat memperbaiki diri maka sebagai pacar yang baik bangga dong, jika pacar kamu tidak suka melihat perubahan shalihah kamu maka saran saya #udahputusinsaja namun jika pacar kamu suka melihat perubahan kamu , kamu wajib nuntut "Jadi kapan nih nikahin saya ??!" hihihihi
- Takut tidak mendapat restu orang tua. Duh nak mana ada sih orang tua yang membiarkan anaknya tersesat dan tak tau arah hingga nantinya menjadi butiran debu *eeaak* gampang kok dalil nya disuguhin aja ke ortu atau masih tidak percaya panggil pak ustadz suruh menjelaskan !
- Takut dibilang aliran sesat. Hahaha janddd ini buat saya tertawa terbahak-bahak (tapi ketawa dalam hati aja karena seorang wanita shalihah jangan tertawa keras-keras *uhukkkk*). Duh mas mba apa kabar mereka yang sembarangan jalan memakai pakaian kurang bahan ? Situ seneng melihatnya ? Situ seneng pakainya ? kalau saya sih ogah. Gampang kok sodorin aja dalilnya kalo tidak buka aja blog saya ini dan bacain tulisan saya dari judul sampai disclaimer :-p
Alhamdulillah selesai sudah pembahasan kita tentang hijab syar'i kali ini saran saya berproses lah jangan takut akan banyak hal, niat pertama adalah karena ingin TAAT KEPADA ALLAH SWT bukan TAAT KEPADA FASHION BARAT yang marajalela di akhir zaman ini.
Kepada saudari-saudari saya yang saya cintai marilah kita menjemput hidayah dan tetapkanlah hati kita untuk menuruti keinginan hati kita, jangan pedulikan hawa nafsu atau penilaian manusia. Karena kita hidup hanya untuk mendapatkan penilaian dari Allah SWT, hanya ingin mendapatkan ridho-Nya. Jika saudari-saudari berpikir bahwasanya dunia ini kekal maka saudari salah besar !,masih ada tempat kita selanjutnya yang memberikan kita pilihan dimana kita tinggal di tempat penuh siksaan yaitu Neraka atau tempat penuh kenikmatan yaitu Surga.
REFERENSI :
https://renares.wordpress.com/tag/ayat-quran-ttg-perintah-berjilbabhijab/
Wassalamu'alaikum wr wb.... :)
DISCLAIMER
Dilarang meng-copy dan mengutip tulisan dari blog ini tanpa meminta izin dan menyertakan link blog ini .